Pages

Selasa, 13 November 2012

Pertamina: Kasus Depo Balaraja Dalam Proses Hukum

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku sudah menyerahkan permasalahan tentang pemegang sertifikat tanah proyek Depo Minyak Balaraja ke penegak hukum dan saat ini tengah dalam sedang melalui proses hukum.

"Itu (masalah proyek Depo Balaraja) sudah ditangani aparat penegak hukum, itu sudah proses hukum, tanya saja sama aparat penegak hukumlah," kata VP Corporate Comunication Pertamina Ali Mundakir kepada Okezone, di Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Menurut Ali, Pertamina akan koperatif dalam menyikapi permasalahan itu dengan menyerahkan permasalahan tersebut ke proses hukum.

"Itu kan kasusnya sudah lama kok, jadi Pertamina sudah menyerahkan pada proses hukum yang ada. Pertamina akan koperatif," ungkap Ali.

Sebelumnya, Pertamina dan PT Pandan Wangi Sekartadji (PWS) diduga melakukan pembobolan uang negara dalam kasus Depo minyak Balajara. Modus pembobolan uang negara tersebut dilakukan dengan mekanisme pembayaran dari Pertamina sebesar USD6,349 juta (tahap 1) kepada PT PWS sebagai landasan hukum pelaksanaan pembayaran ganti rugi.

"Negara dirugikan karena seharusnya Pertamina tidak perlu buru-buru membayar ganti rugi tersebut, apalagi asset non-tanah berupa dokumen-dokumen yang tidak setara dengan jumlah tersebut, tidak dapat dikuasai sepenuhnya," ungkap Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi. (ade)


View the original article here

Kamis, 08 November 2012

Surat Pengunduran Diri Jokowi Sampai di Pemprov Jateng

SEMARANG - Surat pengunduran diri Joko Widodo sebagai Wali Kota Surakarta resmi diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Surat pengunduran diri tersebut diserahkan melalui dua orang perwakilannya dari DPRD Kota Surakarta.

Dua perwakilan DPRD Kota Surakarta, yakni Sekretaris Dewan, Toto Amanto, dan Kabag Rapat dan Perurusan Peraturan DPRD, Tutuk Mulyani, sudah ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pagi tadi.

Surat sudah ditandatangani Ketua DPRD Surakarta, Sukasno. Sebagai gantinya, DPRD menunjuk Wakil Wali Kota. FX Hadi Rudyatmo sebagai pengganti Jokowi.

"Surat ini kami bawa ke Semarang untuk diserahkan kepada gubernur. Ini atas perintah DPRD Kota Solo yang telah menyetujui pengunduran Pak Jokowi sebagai wali kota," kata Tutik Mulyani.

Tutik juga sempat ditanya mengapa Jokowi tidak hadir di Semarang. "Wah kalau itu, saya tidak tahu. Ini kan dari dewan bukan dari pemerintahan," jawab Tutik singkat.

Jokowi mengajukan surat pengunduran diri ke dewan pada Senin kemarin. Di hari yang sama, melalui sidang paripurna, dewan menyetujui pengunduran diri tersebut. Jokowi akan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 7 Oktober mendatang.

(ris)

View the original article here

Senin, 05 November 2012

Syarif: Ranking Kader Korupsi Jadi Introspeksi Demokrat

Syarif Hasan (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam memaparkan ranking data pejabat negara dari parpol yang terseret perkara tindak korupsi. Bagi anggota Dewan Pembina Partai Demokrat,  Syarifuddin Hasan data tersebut akan menjadi bahan introspeksi.

Namun, kata dia, data tersebut harus ditanggapi secara positif. Karena, data tersebut merupakan fakta.

"Bahwa itu lah yang terjadi di negara kita. Kita tanggapi secara positif lah karena itu kan pengungkapan fakta," ungkap Syarif kepada wartawan disela-sela pembukaan Rapimnas Kadin Tahun 2012, di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Oleh sebab itu, dia berharap kader partai berlambang bintang mercy itu untuk berbenah. Sehingga pada tahun depan Demokrat lebih baik dan kader yang tersangkut korupsi semakin menurun.

"Jadi masing-masing kita introspeksi diri sendiri. Demokrat juga introspeksi kita harus berbenah. Kedepan itu kan bisa jadi indikator. Kalau tahun ini kita berapa, kalau bisa gak boleh lagi ada kejadian seperti itu (korupsi), paling nggak tahun depan menurun," jelas Menteri Koperasi dan UKM itu.

Hal senada juga dikatakan oleh Wasekjen DPP Demokrat, Saan Mustopa. Menurut dia, data tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal bagi kader.

"Buat kita prihatin juga di posisi 3. Buat DPP ini jadi sebuah catatan penting bahkan menjadi bahan evaluasi ke depan agar kader Demokrat bisa terhindar dari tindak pidana korupsi," kata Saan kepada wartawan.

Menurut Saan, Seskab memang memiliki kewajiban menyampaikan kepada publik mengenai data kepala daerah terkait surat izin  pemeriksaan dari Kejaksaan Agung atau Polri dalam perkara tindak pidana korupsi.

"Seskab hanya menyampaikan data ke publik karena surat permohonan dari aparat penegak untuk izin pemeriksaan pejabat daerah disampaikan melalui  seskab. Seskab hanya berlaku transparan, karena banyak tuntutan agar pejabat yang diperiksa penegak hukum dipublikasikan," terangnya.

Evaluasi di internal partainya kata Saan dilakukan dengan memberi penegasan agar kader tidak terlibat korupsi. "Di Demokrat, kader yang tersangka langsung non-aktif, tanpa ada rapat tanpa ada mekanisme. Itu etika politik kita," jelasnya.

Dia juga meminta agar data yang dipaparkan Seskab tidak direspons berlebihan. "Tidak perlu direspons berlebihan, data itu untuk semua partai termasuk Demokrat untuk dijadikan catatan dan evaluasi," tukasnya.
(put)


View the original article here

Minggu, 04 November 2012

Yance: Itu Positif, Kader Golkar Banyak Diminati

INDRAMAYU - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Irianto MS Syafiuddin, menganggap hal biasa bila istrinya yang juga Bupati Indramayu, Anna Sophanah, masuk jajaran lima besar orang yang diunggulkan mendampingi Dede Yusuf dalam Pemilihan Gubernur Jabar tahun depan.

“Kalau masuk bursa ya saya anggap positif, kader Golkar banyak yang diminati,” ungkap pria yang akrab disapa Yance itu, Selasa (2/10/2012).

Anna Sophanah menjadi Bupati Indramayu melalui kendaraan Partai Golkar. Sementara, Yance merupakan calon kuat Gubernur Jabar dari Partai Golkar. Dede Yusuf maju dalam pilgub melalui kendaraan Partai Demokrat.

Nama Anna melejit setelah memenangkan Pemilihan Bupati Indramayu pada 2010 lalu. Dia berhasil meraih 60,81 persen suara. Kemenangan Anna juga semakin mengokohkan dominasi Partai Golkar di Indramayu.

Nama Anna masuk dalam lima besar orang yang berpeluang mendampingi Dede Yusuf versi Macan Center. Empat nama lain yang masuk bursa adalah Aang Hamid Suganda, Herman Sutrisno, Leks Laxmana, dan Rieke Diah Pitaloka.
(Koran SI / Tomi Indra Prayitno / ton)


View the original article here

Rabu, 31 Oktober 2012

"High-tech" bukan solusi tunggal emisi global

Bank Dunia (ANTARA News/ist)

harus melaksanakan transisi ke transportasi karbon rendah dan mengembangkan pola mobilitas yang lebih berkelanjutan...
Jakarta (ANTARA News) - Bank Dunia menyatakan bahwa kendaraan "high-tech" atau berteknologi tinggi bukan merupakan satu-satunya solusi dalam mengatasi emisi transportasi global.

Berdasarkan Laporan Bank Dunia bertajuk "Turning the Right Corner: Ensuring Development Through a Low-carbon Transport Sector" yang diterima di Jakarta, Sabtu, kemajuan teknologi dalam kendaraan membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk mengatasi masalah emisi transportasi.

Karenanya, menurut laporan tersebut, negara-negara di dunia khususnya negara-negara berkembang harus melaksanakan transisi ke transportasi karbon rendah dan mengembangkan pola mobilitas yang lebih berkelanjutan serta reformasi yang lebih luas yang mencakup semua biaya akibat beban eksternal transportasi seperti emisi gas rumah kaca.

Bank Dunia mengingatkan bahwa bila negara-negara tidak menahan penggunaan bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak (BBM), maka sektor transportasi akan menjadi penghasil emisi gas rumah kaca terbesar.

Selain itu, kondisi seperti meningkatnya harga minyak juga akan mengakibatkan semakin tingginya beban biaya transportasi yang harus ditanggung.

Laporan itu juga menyatakan, konsep seperti negara-negara Eropa yang memiliki transportasi publik yang sangat memadai merupakan tempat yang lebih baik dalam merespon tantangan masa depan dalam harga energi dan emisi daripada negara seperti Amerika Serikat yang lebih menekankan pada infrastruktur jalan.

Bank Dunia juga menganalisis mengenai apa yang seharusnya dilakukan negara-negara untuk melakukan transisi kepada sektor transportasi rendah karbon seperti meningkatkan penggunaan moda transportasi massal di daerah perkotaan serta mengubah pola permukiman dan mobilitas.

Ekonom Utama Transportasi Bank Dunia, Andreas Kopp mengemukakan, bagi beragam kota yang memiliki pertumbuhan penduduk yang pesat, pemerintah setempat harus memastikan jasa layanan tinggi untuk moda transportasi massal rendah emisi. "Bila tidak, orang-orang akan terus menggunakan mobil pribadi," katanya.

Ia memaparkan, sejumlah negara Asia yang layak menjadi contoh dalam mengembangkan sektor transportasi rendah karbon adalah Jepang, Korea, Singapura, dan Hongkong.

Sebelumnya, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yongkie D Sugiarto di Jakarta, Jumat (31/8) mengatakan, program pemerintah untuk meningkatkan penggunaan BBM nonsubsidi harus ditambah dengan infrastruktur yang lengkap di setiap daerah.

"Jika BBM bersubsidi dikurangi, secara teknis standar emisi Euro 2 sudah menjadi standar di Indonesia," kata Yongkie D Sugiarto.

Menurut dia, pemerintah dan agen pemegang merek (APM) harus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengonsumsi bensin beroktan di atas 90 karena bisa mendukung pemakaian standar emisi Euro 2.
(M040) Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Surakarta kerahkan tenaga kontrak pemelihara hutan kotaPemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, mulai 2013 menyiapkan tenaga kontrak untuk memelihara hutan kota karena jumlah ...

Jam sekolah akan dikurangi hindari kabut asapPemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menyatakan akan mengurangi jam belajar di sekolah karena kabut asap semakin ...

Danau Lindu semakin dangkalKepala Balai Besar Taman Nasional Lore-Lindu (BBTNLL) Sulawesi Tengah Agus Harijoko mengatakan Danau Lindu yang ...


View the original article here

Minggu, 21 Oktober 2012

Great Barrier Reef kehilangan lebih dari separuh karangnya

Bintang laut bermahkota duri (crown of thorns starfish) menjadi penyebab utama kerusakan karang Great Barrier Reef. (AIMS/handout)

Yang menarik, pola pengurangannya bervariasi di setiap kawasan.
Jakarta (ANTARA News) - The Great Barrier Reef di Australia kehilangan lebih dari separuh karang penutupnya dalam 27 tahun terakhir, demikian menurut hasil studi the Australian Institute of Marine Science (AIMS) yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, Selasa.

Hasil riset peneliti AIMS di Townsville dan the University of Wollongong itu menunjukkan bahwa pengurangan karang penutup pada sistem terumbu karang terbesar di dunia itu antara lain terjadi karena rusak akibat badai (48 persen), serangan bintang laut berduri (42 persen) dan pemutihan (10 persen).

Menurut peneliti AIMS dan pencetus program tersebut, Dr Peter Doherty, jika kecenderungan seperti itu terus berlanjut maka karang penutup Great Barrier Reef bisa berkurang separuh lagi pada 2022.

"Yang menarik, pola pengurangannya bervariasi di setiap kawasan. Di bagian utara karang penutup relatif stabil, sementara di bagian selatan kami melihat pengurangan karang dramatis, khususnya selama dekade terakhir saat badai menghancurkan banyak terumbu karang," kata Doherty di laman resmi AIMS.

Hasil studi secara jelas menunjukkan bahwa tiga faktor utama yang bertanggungjawab atas pengurangan karang Great Barrier Reef adalah siklon tropis merusak kawasan tengah dan selatan, peledakan populasi bintang laut berduri pemangsa karang di sepanjang Reef dan pemutihan karang di bagian tengah dan utara.

"Data kami menunjukkan bahwa terumbu bisa mengembalikan penutup karang setelah gangguan semacam itu, tapi pemulihannya butuh waktu 10 tahun sampai 20 tahun. Saat ini, interval diantara gangguan terlalu singkat untuk pemulihan penuh dan ini menyebabkan pengurangan jangka panjang," kata Dr. Hugh Sweatman, salah satu penulis studi.

Upaya yang bisa dilakukan untuk menekan laju kerusakan karang Great Barrier Reef yang mulai meningkat sejak 2006 tersebut, menurut CEO AIMS John Gunn, antara lain mengendalikan populasi bintang laut pemakan karang.
"Kita tidak bisa menghentikan badai, tapi mungkin kita bisa menghentikan bintang laut. Jika kita bisa, karang akan punya lebih banyak kesempatan untuk beradaptasi untuk menghadapi kenaikan suhu dan tingkat keasaman air laut," kata John Gunn.

Hasil penelitian menunjukkan, ketiadaan bintang laut pemangsa karang akan meningkatkan jumlah karang penutup sampai 0,89 persen per tahun.

Doherty mengakatan AIMS akan menggandakan usaha untuk memahami siklus hidup bintang laut dengan mahkota berduri supaya bisa melakukan tindakan yang tepat untuk mengendalikan ledakan populasinya.

"Sudah jelas bahwa faktor yang terpenting adalah kualitas air dan kami berencana mengeksplorasi pilihan-pilihan untuk melakukan intervensi pada hama alami ini," katanya.

Penelitian tentang pengurangan populasi karang Great Barrier Reef dilakukan dengan mengamati lebih dari 100 terumbu karang pada 1985 dan sejak tahun 1993 memadukannya dengan survei yang lebih teliti pada 47 terumbu karang. Untuk melakukan penelitian berbiaya 50 juta dolar AS, para peneliti menghabiskan lebih dari 2.700 hari di laut.

(*) Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Jam sekolah akan dikurangi hindari kabut asapPemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menyatakan akan mengurangi jam belajar di sekolah karena kabut asap semakin ...

Tiga syarat orangutan layak dilepas-liarkanOrangutan setidak-tidaknya harus memenuhi tiga syarat sebelum layak dilepasliarkan ke habitat asli mereka, demikian ...

Surakarta kerahkan tenaga kontrak pemelihara hutan kotaPemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, mulai 2013 menyiapkan tenaga kontrak untuk memelihara hutan kota karena jumlah ...


View the original article here

Rabu, 17 Oktober 2012

Kabut asap di Palembang diprediksi sampai akhir Oktober

Palembang (ANTARA News) - Kabut asap yang mengganggu penerbangan di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, diprediksi baru berakhir pada akhir Oktober sehingga operator bandara terpaksa mengurangi jadwal penerbangan pagi hari.

Perkiraan tersebut disampaikan manajer pelayanan operasional Bandara Sultan Mahmud Bandaruddin (SMB) II, Agus Maulana ketika ditanyai tentang kendala kabut di Palembang, Jumat.

Ia memperkirakan, Oktober sendiri merupakan bulan peralihan musim kemarau ke musim hujan, sehingga diprediksi musim penghujan akan mengakhiri kendala kabut asap yang diakibatkan titik api dari kebakaran hutan.

"Memang terhitung sejak tujuh September terkendala kabut asap, sehingga mengakibatkan gangguan penerbangan," papar dia.

Kendala asap tersebut mengakibatkan setiap harinya ada delay atau penundaan penerbangan terutama pagi, yaitu penerbangan pukul 06.00 dan pukul 08.00 WIB.

Delay sendiri dilakukan karena cuaca di bawah standar minimal yaitu 800 meter. "Yang cukup memprihatinkan jarak pandang pernah mencapai 500 hingga 300 meter tertutup kabut asap," ujar dia.

Ia pun tak menampik, ada beberapa penerbangan yang mengalami delay satu hingga satu setengah jam lamanya.

"Dari tiga minggu terakhir puncaknya adalah pada Senin, 24 September lalu saat jarak pandang mencapai 300 m, penerbangan pagi semuanya terpaksa harus dibatalkan," ungkap dia.

Keputusan delay penerbangan merupakan kewenangan pilot.

Ditegaskannya, pihak bandara hanya memberikan peringatan, sementara keputusan untuk pemberangkatan ataupun melakukan delay adalah pilot.

Menurut dia, para calon penumpang cukup mengerti dengan kendala ini, mereka sadar bukan kesalahan airline melainkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Sementara perihal penerbangan malam kabut masih jadi kendala. "Kebanyakan pesawat dari daerah lain seperti Bengkulu yang melakukan pengalihan pendaratan di bandara SMB II," ujarnya.

Bagi penerbangan haji yang dilakukan pagi hari asap kabut tidak lantas mengakibatkan delay untuk penerbangan tahunan itu. "Penerbangan jamaah haji mengikuti stand  on time performance maka tidak ada penundaan," jelasnya.

(M033/Z002) Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Jam sekolah akan dikurangi hindari kabut asapPemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menyatakan akan mengurangi jam belajar di sekolah karena kabut asap semakin ...

Bersihkan sampah plastik supaya Indonesia sehatUntuk menuju Indonesia yang sehat, bisa dimulai dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah, terutama sampah ...

Surakarta kerahkan tenaga kontrak pemelihara hutan kotaPemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, mulai 2013 menyiapkan tenaga kontrak untuk memelihara hutan kota karena jumlah ...


View the original article here